BeritaNasional

Akhirnya Dicabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda Antapani

URUSDO.COM, JAKARTA – Kasus kejahatan seksual dan pemerkosaan kembali menyita perhatian publik, tak tanggung tanggung pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat ternyaman seorang santri dalam menimba ilmu agama pun menjadi objek pelampiasan para oknum bejat, pemuja hawa nafsu.

Guru sekaligus pemilik pondok pesantren manarul Huda Antapani Bandung, berinisial HW (36) tega melakukan aksi pemerkosaan terhadap 12 santriwati nya. Aksi bejat ini pun mengakibatkan 4 Korban hamil dan melahirkan 9 bayi.
Pelaku telah menjalankan aksinya itu sejak 2016 hingga 2021.

Tak tinggal diam Kemenag pun mencabut izin operasional pesantren manarul Huda Antapani Bandung itu, Menyusul terungkap nya kasus tersebut.

Dilansir dari siaran pers terbaru kemenag RI

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian. Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Dirjen Pendis di Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini, berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat. Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya. Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker