BeritaDaerah

Seorang Oknum Polisi Dengan Tega Hamili Dua Wanita di KKT

URUSDO.COM, MALUKU – EY soerang oknum anggota Polres Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku berinisial EY dengan tega menghamili dua wanita berinisial AS di KKT pada tahun 2016 dan tidak bertanggung jawab atas perbuatan tersebut, dan yang satunya berinisial GVS.

Diketahui bahwa sampai saat ini Ellia tak kunjung menikahi AS lantaran memiliki kekasih berinisial GVS yang justru dihamili juga tanpa ikatan suami istri di tahun 2017 lalu. Hal ini pun disampaikah kuasa hukum AS, Taufan H Sairdekut. S.H saat dikonfirmasi media,Senin (13/12/21).

“Ellia Yenada sempat membawa AS untuk diperkenalkan sebagai calon istri kepada pihak keluarga besarnya, namun saat dihamili justru dia tidak bertanggung jawab terkait kondisi klien yang dihamilinya” kata kuasa hukum AS

Seiring waktu berjalan sampai pada pertengahan 2017 Ellia justru menghamli wanita keduanya yakni saudari GVS. Mendengar hal itu, AS merasa Ellia tidak memiliki etikad baik kepadanya dan keluarga sehingga berujung pada pelaporan ke Polres Saumlaki.

Pelaporan ditujukan kepada Bapak Kapolres Saumlaki dan Kabid Propam untuk proses hukum sesuai dengan UU Kepolisian No:2 tahun 2002 dan perkap No. 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi kepolisian Negara Republik Indonesia, pada akhirnya laporan dari pihak korban di terima oleh pihak Kabid Propam.

Baca juga Berita Maluku Hari Ini


“Pada agenda surat pemanggilan pertama terlapor (Ellia) sepakat dan telah membuat surat pernyataan bermaterai, sebagai bukti tambahan dalam laporan pengaduan untuk bersedia menikahi pelapor dan selanjutnya, perkara tersebut hingga saat ini tak kunjung mendapatkan kepastian hukum,” kata Sairdekut.

“Proses berjalan sidang-sidang berikut juga berlangsung sampai sidang kedua pada tahun 2018 dengan agenda tuntutan dan kesimpulan sesuai dengan jadwal persidangan dan mekanisme peradilan kepolisian dalam hal ini kode etika di Polres Saumlaki pada saat itu, dan belum ada lagi kelanjutan pemeriksaan selanjutnya sampai pada saat ini, sehingga korban dan keluarga korban merasa tidak ada kepastian hukum dalam proses ini,” ucapnya dengan kesal.

Kepada Pimpinan Polda dan jajaranya, Sairdekut berharap agar dapat menindak lanjuti kasus tersebut sehingga kliennya mendapatkan kepastian hukum terkait persoalan yang ada.

“Kami mohon kepada Bapak Kapolda atau Bapak/Ibu Kabid Propam Polda Maluku dan/atau Kanit Propam yang memeriksa perkara Klien kami, sekaligus Bapak Kapolda sebagai Pimpinan, untuk peduli dan mempunyai belas kasih sesuai ketentuan Hukum Acara Pidana yang berlaku, agar klien kami mendapatkan keadilan dalam proses ini, mengingat anak korban juga sudah berumur 6 tahun dan memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus yang murni hanya di lihat atau di biayai oleh korban dan keluarga korban seorang diri.” Tandasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker