BeritaNasional

Omicron “Tembus” di Indonesia, Simak 4 Fakta Terbaru

URUSDO.COM, JAKARTA – Sejak November lalu WHO telah mengkonfirmasi varian baru Omicron yang pertama dideteksi di Afrika Selatan. Saat ini WHO melabeli varian tersebut sebagai Varian of Concern atau varian yang menyebabkan peningkatan penularan.

Kini, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan telah mendeteksi pasien Omicron pertama di Indonesia, Rabu (15/12).

Berikut fakta terbaru sederet Varian Omicron tersebut :

Penyebaran yang lebih mudah

Menurut CDC Amerika Serikat, varian Omicron kemungkinan akan menyebar lebih mudah daripada virus SarS-CoV2 sebelumnya. Bukti sejauh ini menunjukkan bahwa Omicron lebih cepat menyebar daripada varian lainnya, bahkan varian Delta.

Bukti paling awal datang dari Afrika Selatan, di mana Omicron berkembang pesat menjadi dominasi di satu provinsi. Di negara lain para peneliti telah mengungkap bahwa kasus Omicron berlipat ganda setiap dua atau tiga hari.

Rentang waktu tersebut dinilai jauh lebih singkat daripada yang dibutuhkan varian Delta untuk berlipat ganda, menurut laporan New York Times.

Sudah tersebar di Puluhan Negara

Dikutip NPR, Omicron telah ditemukan di 77 negara kurang dari sebulan setelah dilaporkan secara resmi oleh WHO. Kini Indonesia menjadi negara dengan keberadaan varian Omicron. Itu berarti mutasi B.1.1.529 sudah menyebar ke 78 negara.

Jumlah mutasi varian baru Omicron yang luar biasa tinggi pada lonjakan protein dengan cepat memicu kekhawatiran bahwa itu akan lebih menular daripada varian lain dan berpotensi menghindari perlindungan vaksin.

Mutasi yang banyak Dan Jauh lebih berbahaya dari Delta

WHO mencatat mutasi Omicron jauh lebih banyak dibanding Delta, bahkan sejumlah penelitian menyebut Omicron memiliki 50 mutasi.
Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan varian-varian yang telah ada sebelumnya.

Dilansir dari Reuters, Selasa (14/12/2021), Hiroshi Nishiura, profesor ilmu kesehatan dan lingkungan di Universitas Kyoto, mengumumkan hasil penelitiannya soal kekuatan omicron 4 kali lipat dari Delta.

Vaksin Antibodi dan Sinovak tidak mampu menetralisir omicron

Rilis hasil penelitian pada hari Selasa (14/12/2021) oleh para ilmuwan di departemen mikrobiologi Universitas Hong Kong adalah data awal pertama yang diterbitkan tentang dampak vaksin Sinovac terhadap varian Omicron dari coronavirus.

Tak satu pun dari 25 penerima vaksin Coronavac mengandung antibodi yang cukup untuk menetralisir varian baru, menurut penelitian yang diterima untuk diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, kata para peneliti.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker