BeritaNasional

Pencurian Hasil Karya Orang Lain Termasuk Pelanggaran Hak Cipta

URUSDO.COM – Pencurian karya atau mengunggah ulang konten orang lain tanpa menyertakan sumber merupakan pelanggaran Hak Cipta.

Ini terjadi pada artikel SSB Halawang, Anak-Anak Gila Bola Asal Maluku yang di unggah ulang oleh akun instgram @beta__maluku tanpa menyertakan sumber dan identitas pemilik resmi konten dalam hal ini UrusDO.

Berkat dukungan Instagram, postingan palsu atau duplikat telah dihapus karena dianggap akun tersebut melakukan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Plagiasi, pembajakan, termasuk pencurian hasil karya orang lain merupakan tindak pelanggaran hak cipta yang sering ditemukan di dunia seni kreatif.

Pencurian, plagiarisme dan mengunggah ulang konten foto/vidio milik orang lain tanpa  menyertakan sumber dan identitas pemilik konten digital tersebut dapat dikatakan melanggar beberapa prinsip HAKI yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. 

Hak Cipta merupakan setiap hasil karya cipta dibidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, ketrampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata. 

Kenapa Hak Cipta Harus Dilindungi ?

Setiap hak kekayaan intelektual adalah karya yang tidak boleh diakui oleh orang lain, pelanggaran terhadap kemampuan intelektual seseorang atau kelompok sama dengan tidak menghargai keoriginalitas suatu karya.

Hasil karya seseorang perlu dilindungi, agar tidak diplagiat oleh orang lain. Untuk itu setiap orang yang menciptakan sesuatu yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun khalayak banyak harus mempunyai hak atas ciptaanya.

Di Indonesia masih sedikit yang memahami masalah dan substansi hak kekayaan intelektual. Pemahaman mengenai ini perlu terus digalakkan karena sangat berpengaruh terhadap insentif seseorang dalam berkreasi dan berinovasi serta berujung pada kerugian negara yang sangat besar.

Teknologi digital sejatinya memberikan kemudahan bagi masyarakat namun bukan berarti dapat bebas tanpa batasan, melainkan harus tetap berpedoman pada Undang-Undang yang berlaku.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker