Techno

Harga Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Dunia Rugi Hingga Rp 14.329 Triliun

URUSDO.COM – Bitcoin terus mengalami penurunan harga yang cukup drastis sejak pekan lalu. Merosotnya harga Bitcoin membuat nilai kapitalisasi pasar mata uang kripto global turun lebih dari 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 14.329 triliun (kurs Rp 14.329).

Menurut data di situs Coin Metrics, harga mata uang kripto (cryptocurrency) dilaporkan anjlok hingga 15 persen sejak Jumat, (21/1/2022) lalu.

Berdasarkan pantauan di situs Coin Metrics, Minggu (23/1/2022), harga bitcoin hari ini telah berada di kisaran angka 35.000 dolar AS atau sekitar Rp 501,5 juta per keping. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin kembali turun 3,23 persen.

Harga Bitcoin saat ini merupakan titik terendah sejak mencapai angka tertingginya di kisaran 69.000 dollar AS pada November 2021. Nilai Bitcoin hingga pekan ini sudah terpangkas 40 persen.

Baca Juga Berita Blockchain di Indonesia

Anjloknya harga Bitcoin berdampak besar pada nilai kapitalisasi pasar mata uang kripto. Sebab, Bitcoin menjadi mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia saat ini.

Tidak cuma Bitcoin, mata uang kripto lain juga terpantau melemah. Mata uang kripto beken lain, seperti Ethereum atau Dogecoin, masing-masing juga turun 6,27 persen dan 4,09 persen dalam waktu 24 jam.

Untuk Ethereum yang merupakan cryptocurrency terbesar kedua setelah Bitcoin, harganya tersungkur sekitar 20 persen di kisaran harga 2.500 dolar AS (sekitar Rp 35,8 juta) pada Sabtu (22/1/2022).

Menurut Kepala Analis Pasar di AvaTrade Naeem Aslam, pesimisme yang muncul di benak investor dan para trader ikut memengaruhi harga ekuitas dan aset dalam bentuk Bitcoin.

“Masalahnya dengan Bitcoin adalah, ketika (nilainya) mulai turun, maka upaya penurunan harga juga terjadi secara drastis,” ungkap Aslan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Market Watch, Minggu (23/1/2022).

Aslam juga mengatakan bahwa penurunan harga Bitcoin turut dipengaruhi upaya bank sentral Rusia yang melarang aktivitas penambangan dan aktivitas cryptorurrency. Tidak jauh berbeda dengan China, Rusia sudah memberlakukan larangan aktivitas terkait cyptocurrency sejak tahun 2021 lalu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker