BeritaNasional

Omicron Melonjak, Menag Terbitkan Aturan Baru Soal Pelaksanaan Ibadah

URUSDO.COM, JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan Pemerintah.

Sehingga, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan ibadah.

“Edaran diterbitkan dengan tujuan memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dan umat beragama dalam melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan dan penerapan protokol kesehatan 5M di tempat ibadah pada masa PPKM,” terang Menag, dikutip dari setkab.go.id.

Peraturan kebijakan tersebut tertulis secara lengkap di Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 04 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19, Optimalisasi Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan, serta Penerapan Protokol Kesehatan 5M.

Adapun ketentuan dalam edaran ini memuat empat hal, yaitu: tempat ibadah, pengurus dan pengelola tempat ibadah, jemaah, serta skema sosialisasi dan monitoring.

Baca Juga Berita Hari Ini

Berikut adalah ketentuan terkait jemaah dan tempat ibadah yang tertuang dalam SE Nomor 04 Tahun 2022:

Aturan tempat ibadah

• Wilayah dengan PPKM level 3 dapat mengadakan kegiatan peribadatan berjamaah selama PPKM dengan jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas dan paling banyak 50 orang jemaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat

• Sementara wilayah PPKM level 2, dapat mengadakan kegiatan peribadatan berjamaah selama PPKM dengan jumlah jemaah maksimal 75 persen dari kapasitas dan paling banyak 75 jemaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

• Adapun willayah PPKM level 1, dapat mengadakan kegiatan peribadatan berjamaah selama PPKM dengan jumlah jemaah maksimal 75 persen dari kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Aturan pengurus dan pengelola tempat ibadah

• Menyediakan petugas yang bertindak menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan 5M
• Memeriksa suhu tubuh untuk setiap jemaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun)
• Menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir
• Menyediakan cadangan masker medis
• Melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan
• Mengatur jarak antar jemaah paling dekat 1 meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi
• Tidak mengedarkan kotak amal, infak, kantong kolekte, atau dana punia ke jemaah
• Memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan
• Melakukan disinfeksi ruangan secara rutin
• Memastikan tempat ibadah memiliki ventilasi udara dan sinar matahari dapat masuk. Apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala
• Memastikan pelaksanaan peribadatan maksimal 1 jam
• Pelaksanaan khutbah, ceramah, atau tausiyah wajib memenuhi ketentuan, yakni memakai masker dan pelindung wajah (faceshield),
• Menyampaikan khutbah dengan durasi paling lama 15 menit, dan mengingatkan Jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

Aturan jemaah di tempat peribadahan
Selama melaksanakan kegiatan peribadatan di tempat Ibadah, jemaah diwajibkan:

• Mengenakan masker
Menjaga kebersihan tangan
• Menjaga jarak minimal 1 meter
• Memiliki suhu badan di bawah 37 derajat celcius
• Membawa perlengkapan peribadatan pribadi
• Tidak bersalaman
• Tidak baru kembali dari perjalanan luar daerah
• Bagi jemaah yang berusia lebih dari 60 tahun dan ibu hamil disarankan untuk beribadah di rumah.

Sosialisasi dan pemantauan

Kemenag mengimbau seluruh stakeholder untuk ikut melakukan sosialisasi, pemantauan, koordinasi, dan pelaporan mengenai pelasanaan dan penerapan peraturan ini.

Sosialisasi akan dilakukan secara berjenjang, yaitu mulai dari Kanwil Kemenag Provinsi, Kankemenag Kab/Kota, hingga penyuluh agama yang ada di Kecamatan.

Selain itu, Kemenag juga menggandeng Madrasah yang ada di desa-desa untuk turut serta dalam sosialisasi.

Diharapkan agar peraturan kebijakan pelaksanaan kegiatan peribadatan di tempat ibadah mampu mencegah penyebaran Omicron sehingga masyarakat dapat beribadah dalam kondisi normal.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker