BeritaDaerah

Kejati Maluku Sementara Mengendus Keberadaan Kontraktor dari PT. Bias Sinar Abadi

URUSDO.COM, AMBON – Dijelaskan, keterangan kontraktor itu sangat diperlukan penyelidik untuk mengetahui ada tidaknya suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana, atau untuk memastikan apakah ada penyimpangan atau tidak dalam proses pekerjaan proyek di lapangan.

Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku sementara mengendus keberadaan kontraktor dari PT. Bias Sinar Abadi yang mengerjakan proyek pembangunan jalan di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tahun anggaran 2018.

Alasannya, yang bersangkutan telah dua kali mangkir dari panggilan penyelidik untuk menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Maluku, terkait laporan dugaan korupsi proyek jalan yang anggarannya telah dicairkan 100 persen sebesar Rp 31 miliar.

Baca Juga Berita Maluku Hari Ini

“Sudah dua kali dipanggil tapi tidak datang. Maka itu kita sementara menelusurinya. Kalau sudah ketemu, kita minta untuk hadir memberikan keterangan,” kata Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku, Muji Martopo, saat dikonfirmasi koran ini, akhir pekan kemarin.

Ditanya apakah kontraktor tersebut akan dijemput paksa oleh penyelidik demi kepentingan penyelidikan, Muji mengaku bahwa penjemputan paksa apabila penanganan kasusnya berada di tahap penyidikan.

“Kecuali kalau sudah dik (penyidikan), tapi ini kan masih lid (penyelidikan), jadi belum bisa dijemput paksa. Maka itu sabar aja, masih kita telesuri dulu, tidak ada masalah kok,” tuturnya.

“Jadi nanti keterangan kontraktor akan dicocokkan dengan pekerjaan fisik di lapangan, apakah telah sesuai atau seperti apa. Kalau tidak selesai, apa kendalanya, ini semua masih didalami oleh penyelidik,” jelas Muji.

“Belum tau, masih didalami, tunggu saja,” terangnya.

Sebelumnya, penyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten SBB, Thomas Wattimena, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan perwakilan kontraktor dari PT. Bias Sinar Abadi yang berada di Kabupaten SBB.

Dalam pemeriksaan terhadap KPA, Muji mengaku keterangannya sangat membantu penyelidik dalam membongkar dugaan kejahatan korupsi yang menjadi laporan masyarakat di Kabupaten SBB.

“Yang jelas keterangannya sangat membantu untuk mengkroscek kebenaran laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan pembangunan jalan tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskan, keterangan kontraktor itu sangat diperlukan penyelidik untuk mengetahui ada tidaknya suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana, atau untuk memastikan apakah ada penyimpangan atau tidak dalam proses pekerjaan proyek di lapangan.

“Jadi nanti keterangan kontraktor akan dicocokkan dengan pekerjaan fisik di lapangan, apakah telah sesuai atau seperti apa. Kalau tidak selesai, apa kendalanya, ini semua masih didalami oleh penyelidik,” jelas Muji.

Menurut Muji, selain kontraktor, pemeriksaan terhadap semua pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut telah selesai, tinggal mencocokan hasil pemeriksaan dengan ahli konstruksi dari Kampus Politeknik (Poltek) Negeri Ambon.

“Pemeriksaan sudah selesai, tinggal kroscek hasil ahli konstruksi saja,” tuturnya.

Ditanya apakah penyelidik telah menemukan kerugian keuangan negaranya, Muji mengaku belum diketahui pasti. Sebab, penyelidik masih mendalaminya.

“Belum tau, masih didalami, tunggu saja,” terangnya.

Sebelumnya, penyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten SBB, Thomas Wattimena, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan perwakilan kontraktor dari PT. Bias Sinar Abadi yang berada di Kabupaten SBB.

Dalam pemeriksaan terhadap KPA, Muji mengaku keterangannya sangat membantu penyelidik dalam membongkar dugaan kejahatan korupsi yang menjadi laporan masyarakat di Kabupaten SBB.

“Yang jelas keterangannya sangat membantu untuk mengkroscek kebenaran laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan pembangunan jalan tersebut,” ungkapnya.

“Sedangkan pemeriksaan untuk perwakilan kontraktor, hanya mencocokkan data-data yang ada,” tambah Muji.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker