BeritaDaerah

Nizar Alkatiri Menjadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD)

URUSDO.COM, AMBON – “Berkas perkara terdakwa Nizar Alkatiri yang merupakan mantan kepala desa (Kades) atau Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Tobo, sudah dilimpahkan ke pengadilan. Dan mungkin pekan depan sudah sidang dakwaan,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, kepada koran ini di ruang kerjanya, Rabu, 16 Februari 2022

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Timur (SBT) telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Negeri Administratif Tobo, Kecamatan Werinama, tahun anggaran 2016-2017, atas terdakwa Nizar Alkatiri (39) ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk disidangkan.

Baca Juga Berita Maluku Hari Ini

Dia menjelaskan, dalam penyidikan kasus ini, penyidik hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka. Namun, tidak menutup kemungkinan dari fakta persidangan nanti, akan ada titik terang keterlibatan pihak-pihak lainnya.

“Untuk sementara ini tersangkanya tunggal, tapi nanti kita lihat fakta persidangannya seperti apa. Kalau terungkap keterlibatan pihak lainnya, maka akan menjadi dasar bagi penyidik untuk kembali membuka kasusnya,” tutur Wahyudi.

Dia menjelaskan, Nizar Alkatiri sempat menjadi buronan atau DPO Kejari SBT setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak Agustus 2021, yang kemudian berhasil diamankan oleh Tim Intelijen Kejagung RI bekerjasama dengan Tim Intelijen Kejati Maluku, di Jalan Senen Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada Rabu, 19 Januari 2022, pukul 21.42 Wib.

“Jadi, setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dipanggil penyidik Kejari SBT untuk diperiksa, tersangka langsung melarikan diri. Kejaksaan kemudian mengeluarkan surat DPO sejak Agustus 2021,” jelas Wahyudi.

Dikatakan Wahyudi, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan atas DD dan ADD pada Negeri Administratif Tobo tanggal 21 September 2021, diketahui kerugian keuangan negara tahun anggaran 2016 sebesar Rp 111.487.000, tahun 2017 sebesar Rp 707.366.680, dan tahun 2018 sebesar Rp 886.329.000.

“Dikurangi dengan anggaran yang disetor ke kas daerah sejumlah Rp 378.443.945, sehingga total kerugian keuangan negara yang disebabkan oleh tersangka Nizar Alkatiri sebesar Rp 1.400.000.000,” ungkapnya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker