BeritaDaerah

Staf BPKAD Buat Gaduh, Pemilik Ruko Mardika Ngamuk di DPRD

URUSDO.COM, Ambon – Pemilik ruko pasar mardika ngamuk di DPRD Provinsi Maluku. Pemicu masalah tersebut, akibat statement salah satu staf BPKAD Provinsi Maluku yang menyinggung pemilik ruko. Mereka dituding enggan bayar biaya sewa ruko.

Baca juga: https://urusdo.com/2023/11/04/dugaan-korupsi-pt-bpt-setor-5-miliar-ke-pemda-dari-total-hasil-penyewaan-18-miliar/

Alhasil para ibu-ibu pemilik ruko langsung “Menyerang” staf tersebut. Adu mulut pun tak terhindarkan, situasi semakin panas, ketika staf BPAKD itu coba melayani amukan para pemilik ruko.

Baca juga: https://urusdo.com/2023/11/04/dpd-knpi-malteng-lapor-oknum-yang-mengatasnamakan-knpi/

Ci Hong, salah satu pengelola ruko sampai pingsan setelah mengamuk. Ia tidak Terima dengan jawaban dari staf BPKAD itu yang meminta para pengelola untuk membayar kewajiban mereka.

“Bagaimana kita mau bayar, sementara proses MoU saja belum ada. Belum lagi nilai awal ditolak dan pengelola harus membayar dengan nilai baru yang sudah dinaikan, ”Ujar Ci Hong.

Baca juga: https://urusdo.com/2023/11/02/cegah-berita-hoax-tim-siber-polda-maluku-lakukan-patroli/

Kericuhan baru bisa mereda, setelah anggota DPRD Maluku, Saoda Tethol mencoba untuk mengamankan staf tersebut dan keluar dari pintu samping ruang Paripurna.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker